ANAK SULTAN

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Selasa, 22 September 2026

PANGDAM XX/TIB BERSAMA FKPD TINJAU LOKASI BANJIR BANDANG DI KABUPATEN SOLOK

Solok – Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Rabu (23/9/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah pascabencana sekaligus memastikan proses penanganan darurat, pembersihan material, pelayanan kesehatan, serta bantuan kepada masyarakat terdampak berjalan secara cepat dan terkoordinasi.
Setibanya di lokasi, Pangdam bersama rombongan melihat sejumlah titik yang terdampak banjir bandang. Rombongan juga menerima penjelasan terkait kondisi terkini, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan oleh unsur TNI bersama pemerintah daerah, Polri, BPBD, Basarnas dan instansi terkait lainnya.

Pangdam XX/TIB menegaskan bahwa jajaran Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait dalam membantu percepatan penanganan bencana dan pemulihan kondisi masyarakat.
“Prioritas kita adalah keselamatan masyarakat serta memastikan penanganan di lapangan berjalan dengan baik. Personel TNI yang berada di lokasi akan terus membantu pemerintah daerah dan instansi terkait, mulai dari pembersihan material, membantu masyarakat terdampak hingga mendukung berbagai kebutuhan dalam masa tanggap darurat,” ujar Pangdam.

Selain meninjau lokasi terdampak, Pangdam bersama FKPD juga menyapa masyarakat serta memastikan warga yang membutuhkan pertolongan mendapatkan pelayanan, termasuk pelayanan kesehatan dan bantuan kebutuhan dasar.
Pangdam menginstruksikan jajaran Kodam XX/TIB yang bertugas di lapangan agar mengoptimalkan personel dan sarana yang tersedia serta senantiasa mengedepankan koordinasi dengan seluruh unsur dalam setiap langkah penanganan.

“Kehadiran kita harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Laksanakan tugas dengan tulus, cepat dan tepat, serta tetap utamakan faktor keamanan mengingat kondisi cuaca dan medan masih perlu diwaspadai,” tegas Pangdam.

Kodam XX/TIB melalui satuan jajaran terus berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam penanganan dampak banjir bandang di Kabupaten Solok. Sinergi lintas instansi diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sehingga aktivitas dan kehidupan masyarakat dapat segera kembali berjalan normal.

KODAM XX/TUANKU IMAM BONJOL SIAGA TANGGAP BENCANA BANJIR BANDANG DI KABUPATEN SOLOK

Kabupaten Solok – Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol menunjukkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol melalui satuan kewilayahan dan jajaran terkait segera menyiagakan personel serta perlengkapan untuk mendukung penanganan bencana dan membantu masyarakat terdampak.
Personel TNI AD dikerahkan untuk melaksanakan pemantauan wilayah, membantu evakuasi warga, membersihkan material lumpur dan kayu yang terbawa arus, serta membantu membuka akses pada lokasi yang terdampak banjir bandang.

Selain menyiagakan personel, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, BPBD, Polri, Basarnas serta unsur terkait lainnya guna mempercepat penanganan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Asisten Operasional Kolonel Infanteri Jimmy T.P. Sitinjak, menegaskan bahwa seluruh jajaran telah diperintahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Seluruh jajaran harus siap bergerak cepat apabila masyarakat membutuhkan bantuan. Utamakan keselamatan warga, bantu proses evakuasi dan penanganan di lapangan, serta terus lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait,” tegas Asops.
Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar aliran sungai, daerah rawan longsor dan kawasan berisiko lainnya, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir maupun bencana susulan akibat kondisi cuaca.

Kehadiran prajurit di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen TNI AD, khususnya Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, untuk senantiasa hadir dan memberikan bantuan secara cepat dalam setiap situasi kedaruratan.

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol akan terus memantau perkembangan situasi serta menyiagakan personel dan sarana pendukung hingga kondisi di wilayah terdampak kembali aman dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.

Yayasan Persada Moro 38 Bangun Toilet TK Hang Tuah 2 Surabaya

Surabaya, (22/09/26) | Melalui Program  Karya Bakti Tahun 2026, Yayasan Persada Moro 38 memberikan bantuan dengan mendirikan Toilet untuk murid di TK Hang Tuah 2 Surabaya, peletakan batu pertama pembangunan toilet tersebut  dilaksanakan (22/09/26) oleh  Komandan STTAL Laksamana Muda TNI  Ardiansyah, S.E., S.T ., MT. bersama Dankolatmar Brigjen TNI (Mar) Agus Dwi Laksana Putra saksikan oleh Ketua Pengurus Daerah Surabaya Yayasan Hang Tuah Ny. Sandya Ali Triswanto serta pengurus Yayasan Persada Moro 38.


Ketua Pengurus Daerah Surabaya Yayasan Hang Tuah Ny. Sandya Ali Triswanto dalam sambutannya menyebutkan bahwa,   TK Hang Tuah 2 Surabaya saat ini memiliki 36 murid,  di antaranya 8  murid merupakan putra-putri dari  anggota TNI AL, dengan didukung  oleh 3 guru dan 1 karyawan. 


Menurutnya,  Bantuan Pembangunan Toilet dari Yayasan Persada Moro 38 tentu sangat berarti bagi satuan  pendidikan kami. Fasilitas sanitasi yang bersih dan layak  merupakan 

bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang  sehat, aman, dan nyaman bagi anak-anak. 


Kami berharap pembangunan ini dapat memberikan manfaat bagi anak anak, dan juga para guru di TK Hang Tuah 2 Surabaya, sekaligus mendukung pembiasaan hidup 

bersih dan sehat sejak usia dini. 


Kapengda Surabaya YHT juga mengucapkan banyak terima kasih serta penghargaan yang. setinggi-tingginya kepada Yayasan 

Persada Moro 38 atas perhatian dan kepeduliannya kepada TK Hang Tuah 2 Surabaya.


Sementara itu Komandan STTAL dalam sambutannya mengungkapkan bahwa,  TNI Angkatan Laut, dalam hal ini Yayasan Persada Moro 38, memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir di tengah-tengah masyarakat melalui Program Karya Bakti 2026 yang diwujudkan dalam Gerakan lingkungan sekolah sehat Indonesia.


Pembangunan fasilitas sanitasi berupa toilet bagi murid  di TK Hang Tuah 2 Surabaya  merupakan langkah nyata dan investasi jangka panjang kita bersama untuk masa depan generasi penerus bangsa. 


Kita semua memahami bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya didukung oleh kurikulum dan tenaga pendidik yang hebat, tetapi juga oleh ketersediaan fasilitas sanitasi yang layak, bersih, dan sehat.


Dengan lingkungan sekolah yang sehat, kita dapat membentuk karakter anak-anak kita sejak dini untuk peduli terhadap kebersihan, sekaligus melindungi mereka dari berbagai potensi gangguan kesehatan selaras dengan slogan  :  "Toilet Bersih, Sekolah Sehat, Anak Indonesia Cerdas".


Seusai menyampaikan kata sambutan,  Komandan STTAL, Komandan Kolatmar menuju area peletakan batu pertama pembangunan toilet bagi murid TK Hang Tuah 2 Surabaya.


Peletakan batu pertama pembangunan Toilet untuk murid TK Hang Tuah 2 di saksikan oleh Pengurus  Yayasan Persada Moro 38 yang hadir di lokasi, begitu juga Pengurus Daerah Surabaya Yayasan Hang Tuah, Sekretaris Niken Dyah Puspitorini , S.Pd,   Bendahara Ninik Indra Sunaring Venyanti,  Kabidlemdik  Dra. Ramayanti, Kasatdik TK Hang Tuah 2 Marwati Ismundari, SPd serta guru dan karyawan(yht/dar).

GERAK CEPAT KODAM XX/TIB TANGANI BENCANA GALODO DI KABUPATEN SOLOK

Solok – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok mengakibatkan banjir bandang atau galodo disertai longsor di kawasan Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Selasa (22/9/2026).

Bencana tersebut membawa material berupa lumpur, pasir, batu dan air dari kawasan perbukitan di belakang Kompleks Kantor Bupati Solok. Material kemudian menerjang sejumlah perkantoran, permukiman warga serta menutup akses jalan utama Padang–Solok di kawasan Arosuka.
Merespons kejadian tersebut, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol bergerak cepat mengerahkan personel Kodim 0309/Solok bersama Yonif TP 951/PM untuk membantu penanganan bencana dan masyarakat terdampak.

Personel TNI bersama unsur gabungan dari Dit Samapta Polda Sumbar, Brimob Polda Sumbar, Polres Solok, BPBD Provinsi Sumatera Barat, BPBD Kabupaten Solok serta BPBD Kota Solok melaksanakan pencarian warga yang dilaporkan belum ditemukan, membersihkan material galodo, membuka akses jalan serta membantu pembersihan perkantoran dan permukiman warga.

Galodo juga berdampak terhadap sejumlah gedung perkantoran di Kompleks Kantor Bupati Solok serta permukiman masyarakat.

Sejumlah kendaraan dinas dan kendaraan masyarakat turut terdampak. Satu jembatan penghubung pada jalur lintas Solok–Padang juga tertimbun material dan belum dapat dilalui, sementara Masjid Kayu Aro terdampak material longsor.
Untuk mempercepat penanganan, tiga unit alat berat berupa excavator, wheel loader dan dozer telah dikerahkan untuk membersihkan material serta membantu membuka kembali akses yang tertutup.

Kodam XX/TIB bersama seluruh unsur terkait terus melakukan langkah cepat dan terpadu dalam penanganan bencana, dengan memprioritaskan pencarian warga, pembukaan akses serta membantu masyarakat yang terdampak.

Data korban dan kerugian material masih bersifat sementara serta terus diperbarui berdasarkan pendataan dan informasi resmi dari Pusdalops BPBD Kabupaten Solok.

Senin, 21 September 2026

RATUSAN UMKM RAMAIKAN BAZAR MURAH HUT KE-81 TNI DI LAPANGAN IMAM BONJOL

Padang – Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut meramaikan Bazar Murah dalam rangka HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang, Selasa (22/9/2026).

Bazar murah tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT ke-81 TNI sekaligus menghadirkan kegiatan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Kegiatan bazar murah ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di seluruh Indonesia sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.Beragam produk dan kebutuhan masyarakat tersedia dalam bazar tersebut dengan harga terjangkau. Mulai dari kebutuhan pokok, makanan dan minuman, kuliner khas daerah, produk olahan, kerajinan hingga berbagai produk unggulan UMKM lokal turut memeriahkan kawasan Lapangan Imam Bonjol.

Sejak kegiatan berlangsung, masyarakat tampak antusias mengunjungi stan-stan yang tersedia. Selain mendapatkan berbagai kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat juga dapat mengenal dan membeli langsung beragam produk hasil karya pelaku UMKM.
Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., menyampaikan bahwa bazar murah merupakan wujud kepedulian sekaligus kebersamaan TNI dengan masyarakat dalam momentum HUT ke-81 TNI.

“Melalui bazar murah ini, kami ingin momentum HUT ke-81 TNI dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya sehingga diharapkan turut membantu menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Pangdam.
Menurut Pangdam, kemeriahan HUT TNI akan semakin bermakna ketika kehadiran TNI dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat dan mengedepankan semangat kebersamaan.

Pelaksanaan bazar murah secara serentak di berbagai wilayah Indonesia juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan semangat kebersamaan tersebut. Di Kota Padang, kehadiran ratusan UMKM turut menambah semarak suasana Lapangan Imam Bonjol sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas pemasaran produknya.

Interaksi antara prajurit TNI, pelaku usaha, dan masyarakat mencerminkan eratnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Masyarakat tidak hanya dapat memperoleh berbagai kebutuhan dengan harga terjangkau, tetapi juga turut mendukung keberlangsungan usaha UMKM lokal.

Melalui Bazar Murah HUT ke-81 TNI yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini, diharapkan masyarakat memperoleh manfaat sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dan perekonomian lokal.

Bazar Murah HUT ke-81 TNI, Ratusan UMKM Hidupkan Suasana Lapangan Imam Bonjol

Padang | Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang, dipadati masyarakat yang antusias mengunjungi Bazar Murah dalam rangka HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Selasa (22/9/2026). Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut ambil bagian dengan menghadirkan beragam produk untuk masyarakat.

Kegiatan bazar murah tersebut digelar secara serentak di berbagai daerah di seluruh Indonesia sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Pelaksanaan secara serentak ini menjadi salah satu bentuk kegiatan yang menghadirkan TNI lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka.
Deretan stan yang memenuhi kawasan Lapangan Imam Bonjol menawarkan berbagai kebutuhan dengan harga terjangkau. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, aneka kuliner, makanan dan minuman, produk olahan hingga berbagai produk unggulan UMKM lokal tersedia untuk pengunjung.

Bazar murah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI yang dikemas tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan antara TNI dan masyarakat sekaligus mendukung geliat perekonomian pelaku usaha lokal.
Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., mengatakan keterlibatan ratusan UMKM dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun para pelaku usaha.

“Momentum HUT ke-81 TNI harus menjadi kebahagiaan yang dapat dirasakan bersama. Bazar murah ini kami hadirkan untuk masyarakat sekaligus memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk memasarkan produk-produknya,” ujar Pangdam.
Menurut Pangdam, kegiatan yang melibatkan masyarakat menjadi salah satu bentuk nyata kedekatan TNI dengan rakyat. Kebersamaan tersebut diharapkan terus terpelihara sebagai bagian dari kekuatan TNI dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Suasana semakin semarak dengan tingginya antusiasme masyarakat yang datang bersama keluarga. Warga terlihat mengunjungi satu per satu stan, berbelanja kebutuhan maupun menikmati beragam produk kuliner yang ditawarkan.

Bazar murah ini sekaligus menjadi ruang pertemuan antara TNI, masyarakat, dan pelaku UMKM dalam suasana penuh keakraban. Kehadiran ratusan UMKM juga diharapkan mampu memperluas pemasaran produk lokal serta membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan HUT ke-81 TNI yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol terus menghadirkan semangat TNI yang dekat, hadir, dan bermanfaat bagi rakyat.

Kawasan Nelayan Ketaping Didorong Lebih Produktif, Kesejahteraan Masyarakat Jadi Harapan

PDG.PARIAMAN | Bagi masyarakat nelayan Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, laut bukan sekadar tempat mencari ikan. Di hamparan laut itulah sebagian masyarakat menggantungkan kehidupan, memenuhi kebutuhan keluarga, serta menjaga keberlangsungan mata pencaharian yang telah dijalani dari waktu ke waktu. Karena itu, rencana pengembangan kawasan nelayan pesisir disambut dengan harapan oleh masyarakat setempat, Senin, 21 September 2026.

Ketua Kelompok Nelayan Ketaping, Roma Rio Adrian, menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah dalam mewujudkan kawasan nelayan pesisir yang lebih produktif, layak huni dan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan kawasan pesisir akan memiliki arti penting apabila berjalan seiring dengan penguatan kehidupan ekonomi masyarakat. Penataan permukiman dinilai perlu dibarengi dengan perhatian terhadap aktivitas nelayan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat pesisir.

“Pembangunan diharapkan tidak hanya memperhatikan aspek permukiman, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi dan usaha nelayan,” ujar Roma.

Di tengah harapan tersebut, nelayan Ketaping masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan aktivitas melaut. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan bahan bakar minyak atau BBM yang menjadi kebutuhan penting sebelum nelayan berangkat mencari hasil laut.

“Ketersediaan BBM yang terbatas dan sulit diperoleh dapat menghambat aktivitas nelayan serta meningkatkan biaya operasional,” jelasnya.

Bagi nelayan, biaya operasional menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan melaut. Ketika biaya meningkat, sementara hasil tangkapan tidak selalu dapat dipastikan, kondisi tersebut tentu ikut memengaruhi pendapatan yang dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Selain BBM, masyarakat nelayan juga berharap adanya perhatian terhadap sarana dan prasarana penunjang kegiatan perikanan. Bantuan pemerintah diharapkan dapat diberikan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga keberadaannya benar-benar membantu nelayan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

“Bantuan yang diberikan diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok nelayan sehingga benar-benar dapat mendukung peningkatan produktivitas,” tuturnya.

Karena itu, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat nelayan dinilai menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kawasan pesisir. Dengan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat, berbagai program pembangunan maupun bantuan diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Dengan adanya komunikasi yang baik, berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi nelayan dapat lebih cepat ditindaklanjuti,” ungkap Roma.

Harapan masyarakat sederhana, kawasan pesisir tidak hanya menjadi tempat tinggal yang lebih tertata, tetapi juga menjadi ruang kehidupan yang mampu memberikan kesempatan bagi keluarga nelayan untuk tumbuh dan berkembang. Pengembangan kawasan Ketaping diharapkan dapat membuka jalan bagi peningkatan pendapatan, produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dari pesisir Ketaping, dukungan terhadap pembangunan pun berjalan bersama sebuah harapan: agar masyarakat dapat tetap menjaga laut sebagai sumber kehidupan, sementara pemerintah terus hadir melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga. Dengan dukungan yang berkelanjutan dan kerja sama yang baik, kawasan nelayan diharapkan mampu tumbuh menjadi lingkungan yang lebih layak, produktif dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarga-keluarga nelayan.

TIM

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi